Kisah Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)


1. ASAL-USUL
Dalam usia masih muda Syarif Hidayatullah di tinggal mati oleh ayahnya. Ia di tunjuk untuk menggantikan kedudukannya sebagai raja Mesir tapi anak muda yang masih berusia dua puluh tahun itu tidak mau. Dia dan ibunya bermaksud pulang ke tanah Jawa Barat. Kedudukan ayahnya itu kemudian di berikan kepada adiknya yaitu Syarif Narullah.
Sewaktu berada di negeri Mesir Syarif Hidayatullah berguru kepada beberapa ulama besar di daratan Timur Tengah. Dalam usia muda itu ilmunya sudah sangat banyak, maka ketika pulang ke tanah leluhurnya yaitu Jawa ia tidak merasa kesulitan melakukan dakwah.


2. PERJUANGAN SUNAN GUNUNG JATI
Sering kali terjadi kerancuan antara nama Fatahillah dengan Syarif Hidayatullah yang bergelar Sunan Gunung Jati. Orang menganggap Fatahillah dan Syarif Hidayatullah adalah satu, tetapi yang benar adalah dua orang. Syarif Hidayatullah cucu Raja Pajajaran adalah seorang penyebar agama Islam di Jawa Barat yang kemudian di sebut Sunan Gunung Jati. Sedang Fatahillah adalah seorag pemuda Pasai yang di kirim olegh Sultan Trenggana membantu Sunan Gunung Jati berperang melawan penjajah Portugis.
Bukti bahwa Fatahillah bukan Sunan Gunung Jati adalah makam dekat Sunan Gunung Jati yang ada tulisan Tubagus Pasai Fathullah atau Fatahillah atau Faletehan menurut lidah orang Portugis.

Syarif Hidayatullah dan ibunya Syarifah Muda'im datang di negeri Caruban Larang Jawa Barat pada tahun 1475 sesudah mampir dulu di Gujarat dan Pasai untuk menambah pengalaman. Kedua orang itu di sambut gembira oleh pangeran Cakrabuana dan keluarganya. Syekh Datuk Kahfi sudah wafat, guru Pangeran Cakra buana dan Syarifah Muda'im itu di makamkan di Pasambangan. Dengan alasan agar selalu dekat dengan makam gurunya, Syarifah Muda'im minta agar di ijinkan tinggal di Pasambangan atau Gunung Jati. Syarifah muda'im dan putranya yaitu Syarif Hidayatullah meneruskan usaha Syekh Datuk Kahfi membuka pesantren Gunung Jati. Sehingga kemudian dari Syarif Hidayatullah lebih di kenal dengan sebutan Sultan Gunung Jati.
Tibalah saat yang di tentukean, Pangeran Cakrabuana menikahkan anaknya yaitu Nyi Pakungwati dengan Syarif Hidayatullah. Selanjutnya yaitu pada tahun 1479, karena usianya sudah lanjut Pangeran Cakrabuana menyerahkan kekuasaan Negeri Caruban kepada Syarif Hidayatullah dengan gelar Susuhan artinya orang yang di jungjung tinggi.

Di sebutkan, pada tahun pertama pemerintahannya Syarif Hidayatullah berkunjung ke Pajajaran untuk mengunjungi kakeknya yaitu Prabu Siliwangi. Sang Prabu di ajak masuk islam kembali tapi tidak mau. Meskipun begitu dia tidak menghalangi cucunya menyiarkan agama Islam di wilayah Pajajaran.

Syarif Hidayatullah kemudian melanjutkan perjalanannya ke Serang. Penduduk Serang sudah ada yang masuk Islam di karenakan banyaknya saudagar dari Arab dan Gujarat yang sering singgah ke tempat itu. Kedatangan Syarif Hidayatullah di sambut baik oleh Adipati Banten. Bahkan Syarif Hidayatullah di jodohkan dengan putri Adipati Banten yang bernama Nyi Kuwungten. Dari perkawinan inilah Syarif Hidayatullah di karuniai dua orang putra yaitu Nyi Ratu Winaon dan Pangeran Sebakingking.
Dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati tidak bekerja sendirian, beliau sering ikut bermusyawarah dengan anggota wali lainnya di Masjid Demak. Bahkan di sebutkan beliau juga membantu berdirinya Masjid di Demak.
Dari pergaulannya dengan Sultan Demak dan para wali lainnya ini akhirnya Syarif Hidayatullah mendirikan kesultanan Pakungwati dan ia memprolamirkan diri sebagai Raja pertama dengan gelar Sultan. Dengan berdirinya kesultanan tersebut Cirebon tidak lagi mengirim upeti kepada Pajajaran yang biasanya di salurkan lewat Kadipaten Galuh. Dengan bergabungnya prajurit dan perwira pilihan ke Cirebon maka makin bertambah besarlah pengaruk Kesultanan Pakungwati.
Daerah-daerah lain seperti Surantaka, Japura, Wanagiri, Telaga dan lain-lain menyatakan diri menjadi wilayah Kesultanan Cirebon. Lebih-lebih dengan diperluasnya pelabuhan Muara Jati, makin bertambah besarlah pengaruh Kesultanan Cirebon.
Banyak pedagang besar dari negeri asing datang menjalin persahabatan, diantaranya dari negeri Tiongkok. Salah seorang keluarga istana Cirebon kawin dengan seorang pembesar dari negeri Cina yang berkunjung ke Cirebon yaitu Ma Huan. Maka jalinan antara Cirebon dan negeri Cina makin erat.

''   Bahkan Sunan Gunung Jati pernah di undang ke Cina dan kawin dengan putri kaisar Cina yang bernama Putri Ong Tien. Kaisar Cina yang pada saat itu dari dinasti Ming juga beragama Islam. Dengan perkawinan itu sang Kaisar ingin menjalin hubungan erat antara Cirebon dan negeri Cina, hai ini ternyata menguntungkan bangsa Cina untuk di manfaatkan dalam dunia perdagangan. Sesudah kawin dengan Sunan Gunung Jati, putri Ong Tien di ganti namanya menjadi Nyi Ratu Rara Semanding. KaisaR Putri Ong Tien ini membekali putrinya dengan harta benda yang tidak sedikit, sebagian besar barang-barang peninggalan putri Ong Tien yang di bawa dari negeri Cina itu sampai sekarang masih ada dan tersimpan di tempat yang aman. ''

Istana dan Masjid Cirebon kemudian di hiasi dan di perluas lagi dengan motif-motif hiasan dingding dari onegeri Cina.
Masjid Agung Sang Ciptarasa di bangun pada tahun 1480 atas prakarsa Nyi Ratu Pakungwati atau istri Sunan Gunung Jati. Dari pembangunan masjid itu melibatkan banyak pihak, diantaranya Wali Songo dan sejumlah tenaga ahli yang dikirim oleh Raden Patah. Dalam pembangunan itu Sunan Gunung Jati mendapat penghormatan untuk mendirikan Soko Tatal sebagai lambang persatuan ummat. Selesai membangun masjid, di teruskan dengan membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan Cirebon dengan daerah-daerah Kadipaten lainnya untuk memperluas pengembangan Islam di seluruh tanah Pasundan. Prabu Siliwangi hanya bisa menahan diri atas perkembangan wilayah Cirebon yang semakin luas itu. Bahkan wilayah Pajajaran sendiri sudah semakin terhimpit.
Pada tahun 1511 Malaka di duduki oleh bangsa Portugis. Selanjutnya mereka ingin meluaskan kekuasaannya ke Pulau Jawa. Pelabuhan Sunda Kelapa yang jadi incaran mereka untuk menancapkan kuku penjajahan. Demak Bintoro tahu bahaya besar yang mengancam kepulauan Nusantara. Oleh karena itu Raden Patah mengirim Adipati Unus atau Pangeran Sebrang Lor untuk menyerang Portugis di Malaka.Tapi usaha itu tak membuahkan hasil, persenjataan Portugis terlalu lengkap, dan mereka terlanjur mendirikan benteng yang kuat di Malaka. Ada salah seorang pejuang Malaka yang ikut ke Tanah Jawa yaitu Fatahillah. Ia bermaksud meneruskan perjuangannya di Tanah Jawa. Dan di masa Sultan Trenggono ia diangkat menjadi Panglima Perang.
Pengalaman adalah guru yang terbaik, dari pengalamannya berempur di Malaka, tahulah Fatahillah titik-titik lemah tentara dan siasat Portugis.
Itu sebabnya ia dapat memberi komando dengan tepat dan setiap serangan Demak-Cirebon selalu membawa hasil gemilang. Akhirnya Portugis dan Pajajaran kalah, Portugis kembali ke Malaka sedang tentara Pajajaran cerai berai tak menentu arahnya. Selanjutnya Fatahillah di tugaskan mengamankan Banten dari gangguan para pemberontak yaitu sisa-sisa pasukan Pajajaran. Usaha ini tidak menemui kesulitan karena Fatahillah di bantu putra Sunan Gunung Jati yang bernama pangeran Sebakingking.
Di kemudian hari Pangeran Sebakingking ini menjadi penguasa Banten dengan gelar Pangeran Hasanuddin.
Kurang lebih pada sekitar tahun 1479, Sunan Gunung Jati pergi ke daratan Cina dan tinggal di daerah Nan King. Di sana ia digelari dengan sebutan Maulana Insanul Kamil. Daratan Cina sejak lama di kenal sebagai gudaangnya ilmu pengobatan, maka di sana Sunan Gunung Jati juga berdakwah dengan jalan memanfaatkan ilmu pengobatan tradisional. Di samping itu, pada setiap gerakan fisik dari ibadah sholat sebenarnya merupakan gerakan ringan dari terapi pijat atau akupuntur terutama bila seseorang mau mendirikan sholat dengan baik, benar lengkap dengan amalan sunnah dan tumaninahnya. Dengan mengajak masyarakat Cina agar tidak makan daging babi yang mengandung cacing pita, dan giat mendirikan sholat lima waktu, maka orang yang berobat kepada Sunan Gunung Jati banyak yang sembuh sehingga nama Gunung Jati menjadi terkenal di seluruh daratan Cina.
Di negeri Naga itu Sunan Gunung Jati berkenalan dengan Jendral Ceng Ho dan Sekretaris kerajaan yang bernama Ma Huan, serta Feis Hsin, ketiga orang ini sudah masuk Islam. Pada suatu ketika Sunan Gunung Jati berkunjung ke hadapan Kaisar Hong Gie, pengganti Kaisar Yung Lo dari dinasti Ming.
Dalam kunjungan itu Sunan Gunung Jati berkenalan dengan putri kaisar yang bernama Ong Tien.
 
''   Menurut versi lain yang mirip sebuah legenda, sebenarnya kedatangan Sunan Gunung Jati di negeri Cina adalah karena tidak sengaja.
Pada suatu malam, beliau hendak melaksanakan sholat Tahajud. Beliau hendak sholat di rumah tapi tidak bisa khusyu lalu beliau sholat di masjid, di masjid juga belum bisa khusyu. Beliau heran, padahal bagi para wali, sholat Tahajud itu adalah kewajiban yang harus di laksanakan dengan sebaik-baiknya. Kemudian Sunan Gunung Jati sholat di atas perahu yang di tambatkan di tepi pantai Cirebon. Di sana beliau dapat sholat dengan khusyu. Bahkan dapat tidur dengan nyenyak setelah shalat dan berdo'a''.

Ketika beliau terbangun, beliau merasa kaget. Daratan Pulau Jawa tidak nampak lagi. Tanpa sepengetahuannya beliau telah di hanyutkan ombak hingga sampai ke negeri Cina. Di negeri Cina beliau membuka praktek pengobatan.
Penduduk Cina yang berobat di suruhnya melaksanakan sholat. Setelah mengerjakan sholat mereka sembuh. Makin hari namanya makin terkenal, beliau di anggap sebagai shinse atau tabib sakti yang berkepandaian tinggi. Kabar adanya tabib asing yang berkepandaian tinggi terdengar oleh Kaisar. Sunan Gunung Jati di panggil ke istana. Kaisar Cina hendak menguji kepandaian Sunan Gunung Jati.

       ''Sebagai seorang tabib dia pasti dapat mengetahui mana seorang yang hamil muda atau belum hamil.
Dua orang putri kaisar di suruh maju''.
Seorang diantara mereka sudah bersuami dan sedang hamil dua bulan. Sedang yang seorang lagi masih perawan namun perutnya di ganjal dengan bantal sehingga nampak seperti orang hamil. Sementera yang benar-benar hamil perutnya masih kelihatan kecil sehingga nampak seperti orang yang belum hamil.
       ''Hai Tabib asing! Mana diantara putriku yang hamil?'' tanya kaisar.
Sunan Gunung Jati diam sejenak, ia berdo'a kepada tuhan.
      ''Hai orang asing mengapa kau diam? cepat kau jawab! bentak Kaisar Cina''.
''Dia!''
jawab Sunan Gunung Jati sembari menunjuk putri Ong Tien yang masih perawan.
Kaisar tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban itu. Demikian pula seluruh menteri dan semua orang yang ada di balairung istana Kaisar. Namun tiba-tiba tawa mereka terhenti, karena putri Ong Tien menjerit keras sembari memegangi perutnya.
''Ayah!! saya benar-benar hamil !''
maka gemparlah seisi istana.

Ternyata bantal di putri Ong Tien telah lenyap entah ke mana. Sementara putri yang cantik itu benar-benar membesar seperti orang hamil.
Kaisar menjadi murka, Sunan Gunung Jati diusir dari daratan Cina, ia pun menurut. Hari itu juga ia pamit pulang ke Pulau Jawa. Namun Putri Ong Tien ternyata terlanjur jatuh cinta kepada sunan Gunung Jati maka dia minta kepada ayahnya agar diperbolehkan menyusul Sunan Gunung Jati ke Pulau Jawa.
Kaisar Hong Gie akhirnya mengijinkan putrinya menyusul Sunan Gunung Jati ke Pulau Jawa. Putri Ong Tien di bekali harta benda dan barang-barang berharga lainnya seperti bokor, guci emas dan permata. Putri cantik itu di kawal oleh tiga pembesar kerajaan yaitu Pai Li Bang seorang menteri negara. Lie Guan Chang dan Lie Guan Hien.
Pai Li Bang adalah salah seorang murid sunan Gunung Jati tatkala beliau berdakwah di negeri Cina.
Dalam pelayaran ke Pulau Jawa, mereka singgah di Kadipaten Sriwijaya.Tetua masyarakat balik bertanya.
   ''Siapa yang bernama Pai Li Bang?''
   ''Saya sendiri,'' jawab Pai Li Bang.
Kontan Pai Li Bang di gotong penduduk di atas tandu. Di elu-elukan sebagai pemimpin besar. Dia di bawa ke istana Kadipaten Sriwijaya. Setelah duduk di kursi Adipati, Pai Li Bang bertanya           ''     sebenarnya apa yang telah terjadi?''
Tetua masyarakat itu menerangkan.
   '' bahwa adipati Ario damar selaku pemegang kekuasaan Sriwijaya telah meninggal dunia. Penduduk merasa binggung mencari penggantinya, karena putra Ario Damar sudah menetap di Pulau Jawa. Yaitu Raden Patah dan Raden Hasan. Dalam kebingunggan itu muncullah Sunan Gunung jati, beliau berpesan bahwa sebentar lagi akan datang rombongan muridnya dari negeri Cina, namanya Pai Li Bang. Murid itulah yang pantas menjadi pengganti Ario Damar. Sebab muridnya itu adalah seorang menteri negara di negeri Cina. Setelah berpesan demikian Sunan Gunung Jati meneruskan pelayarannya ke Pulau Jawa.
Pai Li Bang memang muridnya. Dia semakin kagum kepada gurunya yang ternyata mengetahui sebelum kejadian, tahu kalau dia bakal menyusul ke Pulau Jawa. Pai Li Bang tidak menolak keinginan gurunya, dia bersedia menjadi Adipati Sriwijaya. Dalam pemerintahannya Sriwijaya maju pesat sebagai Kadipaten yang paling makmur dan aman.
Setelah Pai Li Bang meninggal dunia maka kadipaten Sriwijaya di ganti dengan nama kadipaten Pai Li Bang, dalam perkembangannya karena proses pengucapan lidah orang Sriwijaya maka lama kelamaan kadipaten itu lebih di kenal dengan sebutan Palembang hingga sekarang.
Sementara itu putri Ong Tien meneruskan pelayarannya hingga ke Pulau Jawa. Sampai di Cirebon ia mencari Sunan Gunung Jati. Tapi Sunan Gunung Jati sedang berada di Luragung. Putri itupun menyusulnya. Pernikahan antara putri Ong Tien dengan Sunan Gunung Jati terjadi pada tahun 1481, tapi sayang pada tahun 1485 Putri Ong Tien meninggal dunia.
Maka jika anda berkunjung ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon janganlah anda merasa heran, di sana banyak ornamen Cina dan nuansa-nuansa Cina lainnya. Memang ornamen dan barang-barang antik itu berasal dari Cina.
Wali songo selalu bermusyawarah apabila menghadapi suatu masalah pelik yang berkembang di masyarakat. Termasuk kebijakan dakwah yang mereka lakukan kepada masyarakat Jawa. Mula-mula Sunan Ampel tidak setuju atas cara dakwah yang di lakukan Sunan Gunung Jati dan Sunan Bonang. Namun Sunan Kudus mengajukan pendapatnya, saya setuju dengan pendapat Sunan Gunung Jati bahwa adat istiadat lama yang masih bisa di arahkan kepada agama Tauhid maka kita akan memberinya warna Islami. Sedang adat dan kepercayaan lama yang jelas-jelas menjurus ke arah kemusyrikan kita tinggal sama sekali. Sebagai misal Gamelan dan wayang kulit kita bisa memberinya warna islam sesuai dengan selera masyarakat. Adapun tentang kekuatiran Kanjeng Sunan Ampel, saya mempunyai keyakinan bahwa di belakang hari akan ada orang yang akan menyempurnakannya.''
    Adanya dua pendapat yang seakan bertentangan tersebut sebenarnya mengandung hikmah. Pendapat Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus ada benarnya yaitu agar agama Islam cepat di terima oleh orang Jawa, dan ini terbukti dikarenakan dua wali tersebut pandai mengawinkan adat istiadat lama yang dapat di tolerir oleh Islam maka penduduk Jawa banyak yang berbondong-bondong masuk agama Islam. Pada prinsipnya mereka mau menerima Islam lebih dahulu dan sedikit-demi sedikit kemudian mereka akan diberi pengertian akan kebersihan tauhid dalam iman mereka.
Sebaliknya, adanya pendapat Sunan Ampel yang menginginkan Islam harus di siarkan dengan murni dan konsekuen juga mengandung hikmah kebenaran yang hakiki, sehingga membuat ummat semakin berhati-hati menjalankan syariat agama secara benar dan bersih dari segala macam Bid'ah. Inilah jasa Sunan Ampel yang sangat besar, dengan peringatan inilah beliau telah menyelamatkan aqidah ummat agar tidak tergelincir ke lembah musyrik.


[Buku: Kisah Perjuangan Walisongo
Penerbit: Lintas Media Jombang]

Kisah Sunan Kudus Atau Raden Ja'far Sodiq

1. ASAL-USUL

Menurut salah satu sumber, Sunan Kudus adalah putra Raden Usman Haji yang bergelar Sunan Ngudung dari Jipang Panolan. Ada yang mengatakan letak Jipang Panolang ini di sebelah utara kota Blora. Di dalam Babad tanah Jawa disebutkan bahwa Sunan Ngudung pernah memimpin pasukan Demak Bintoro yang berperang melawan pasukan Majapahit. Sunan Ngudung selaku Senopati Demak berhadapan dengan Raden Husain atau Adipati Terung dari Majapahit. Dalam pertempuran yang sengit dan saling mengeluarkan aji kesaktian itu Sunan Ngudung gugur sebagai pahlawan sahid.
Kedudukannya sebagai senopati Demak kemudian di gantikan oleh Sunan Kudus yaitu putranya sendiri yang bernama asli Ja'far Sodiq. Pasukan Demak hampir saja menderita kekalahan, namun berkat siasat Sunan Kalijaga dan bantuan pusaka dari Raden Patah yang dibawa dari Palembang kedudukan Demak dan Majapahit akhirnya berimbang.
Selanjutnya melalui jalan diplomasi yang dilakukan patih Wanasalam dan Sunan Kalijaga, peperanga itu dapat di hentikan. Adipati Terung yang memimpin laskar-laskar Majapahit di ajak damai dan bergabung dengan Raden Patah yang ternyata adalah kakaknya sendiri. Kini keadaan berbalik Adipati Terung dan pengikutnya bergabung dengan tentara Demak dan menggempur tentara Majapahit hingga ke belahan timur. Pada akhirnya perang itu di menangkan oleh pasukan Demak.

2. GURU-GURUNYA

Di samping belajar agama kepada ayahnya sendiri, Raden Ja'far Sodiq juga belajar kepada beberapa ulama terkenal. Diantaranya kepada Kyai Telingsing, Ki Ageng Ngerang dan Sunan Ampel. Nama asli Telingsing ini adalah The Ling Sing, beliau adalah seorang ulama dari negeri china yang datang ke pulau Jawa bersama Laksamana Jendral Cheng Hoo. Sebagaimana di sebutkan dalam sejarah, Jendral Cheng Hoo yang beragama islam itu datang ke pulau Jawa untuk mengadakan tali persahabatan dan menyebarkan islam melalui perdagangan.
Di Jawa, The Ling Sing cukup di panggil dengan sebutan Telingsing, beliau tinggal di sebuah daerah subur yang terletak di daerah sungai Tanggulangindan sungai Juwana sebelah timur. Di sana beliau bukan hanya mengajarkan agama islam melainkan juga mengajarkan kepada para penduduk seni ukir yang indah.
Banyak yang datang berguru seni ukir kepada Kyai Telingsing, termasuk Raden Ja'far Sodiq itu sendiri. Dengan belajar kepada ulama yang berasal dari China itu Jafar Sodiq mewarisi bagia dari sifat positif masyarakat Cina yaitu ketekunan dan kedisiplinan dalam mengejar atau mencapai cita-cita. Hal ini berpengaruh besar bagi kehidupan dakwah Raden Jafar Sodiq dimasa yang akan datang yaitu tatkala menghadapi masyarakat yang kebanyakan masih beragama Hindu dan Budha.
Selanjutnya, Raden Jafar Sodiq juga berguru kepada Sunan Ampel di Surabaya selama beberapa tahun.

3. CARA BERDAKWAH YANG LUWES

A. Strategi Pendekatan Kepada Massa
Sunan Kudus termasuk pendukung gagasan Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang yang menerapkan strategi dakwah kepada masyarakat sebagai berikut:
1. Membiarkan dulu adat istiadat dan kepercayaan lama yang sukar diubah. mereka sepakat untuk tidak mempergunakan jalan kekerasan atau radikal menghadapi masyarakat yang demikian.
2. Bagian adat yang tidak sesuai dengan ajaran islam tetapi mudah di rubah maka segera di hilangkan.
3. Tut Wuri Handayani, artinya mengikuti dari belakang terhadap kelakuan dan adat rakyat tetapi di usahakan untuk dapat mempengaruhi sedikit demi sedikit dan menerapkan prinsip Tut Wuri Hangiseni, artinya mengikuti dari belakang sambil mengisi ajaran agama islam.
4. Menghindarkan konfrontasi secara langsung atau secara keras di dalam cara menyiarkan agama islam. dengan prinsip mengambil ikan tetapi tidak mengeruhkan airnya.
5. Pada akhirnya boleh saja merubah adat dan kepercayaan masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran islam tetapi dengan prinsip tidak menghalau masyarakat demi ummat islam. Kalangan ummat islam yang sudah tebal imannya harus berusaha menarik simpati masyarakat non muslim agar mau mendekat dan tertarik pada ajaran islam secara legkap otomatis tingkah laku dan gerak-gerik mereka sudah merupakan dakwah yang nyata yang dapat memikat masyarakat non muslim.

Strategi dakwah ini di terapkan oleh Sunan Kalijaga, sunan Bonang, sunan Muria, sunan Kudus, dan sunan Gunung Jati. Karena siasat mereka dalam berdakwah tak sama dengan garis yang di tetapkan oleh Sunan Ampel maka mereka disebut kaum Abangan atau aliran Tuban. Sedang pendapat Sunan Ampel yang di dukung Sunan Giri dan Sunan Drajad disebut kaum putihan atau aliran Giri.
Namun atas inisiatif Sunan Kalijaga, kedua pendapat yang berbeda itu pada akhirnya dapat di kompromikan.

B. Merangkul Masyarakat Hindu
Di Kudus pada waktu itu penduduknya masih banyak yang beragama Hindu dan Budha. Untuk mengajak mereka masuk islam tentu bukannya pekerjaan mudah. Terlebih mereka yang masih meemeluk kepercayaan lama dan memegang teguh adat istiadat lama, jumlahnya tidak sedikit. Di dalam masyarakat seperti itulah Jafar Sodiq harus berjuang menegakkan agama.
Pada suatu hari Sunan Kudus atau Jafar Sodiq membeli seekor sapi (dalam riwayat lain disebut Kebo Gmarang). Sapi tersebut berasal dari Hindia, dibawa para pedagang asing dengan kapal besar.
Sapi itu di tambatkan di halam rumah Sunan Kudus. Rakyat Kudus yang kebanyakan beragama Hindu itu tergerak hatinya, ingin tahu apa yang akan dilakukan Sunan Kudus terhadap sapi itu. Sapi dalam pandangan agama Hindu adalah hewan yang suci menjadi kendaraan para dewa, menyembelih sapi adalah perbuatan dosa yang dikutuk para Dewa. Lalu apa yang akan dilakukan oleh Sunan Kudus?
Apakah Sunan Kudus akan menyembelih sapi dihadapan rakyat yang kebanyakan justru memujanya dan menganggap binatang keramat. Itu berarti Sunan kudus akan melukai hati rakyatnya sendiri. Dalam tempo singkat halaman rumah Sunan Kudus di banjiri rakyat baik yang beragama islam maupun Budha dan Hindu. Setelah sejumlah penduduk yang datang bertambah banyak, Sunan Kudus keluar dari rumahnya.
  ''Sedulur-dulur yang saya hormati, segenap sanak kadang yang saya cintai, ''Sunan Kudus membuka suara. ''Saya melarang saudara-saudaramenyakiti apalagi menyembelih sapi. Sebab diwaktu saya masih kecil, saya pernah mengalami saat yang berbahaya, hampir mati kehausan lalu seekor sapi datang menyusui saya.''
Mendengar cerita tersebut para pemeluk agama Hindu terkagum-kagum. Mereka menyangka Raden Jafar Sodiq itu adalah titisan Dewa Wisnu, maka mereka bersedia mendengarkan ceramahnya, ''Demi rasa hormat saya kepada jenis hewan yang telah menolong saya, maka dengan ini saya melarang penduduk Kudus menyakiti atau menyembelih Sapi!''
Kontan para penduduk terpesona akan kisah itu. Sunan Kudus melanjutkan. ''Salah satu diantara surat-surat Al-Qur'an yaitu surat yang kedua dinamakan Surat Sapi atau dalam bahasa arabnya Al-Baqarah, ''Kata Sunan Kudus. Masyarakat makin tertarik. Kok ada Sapi di dalam Al-Qur'an, mereka jadi ingin tahu lebih banyak dan untuk itulah mereka harus sering-sering datang mendengarkan keterangan Sunan Kudus. Demikianlah, sesudah simpati itu berhasil di dapatkan akan lapanglah jalan untuk mengajak masyarakat berduyun-duyun masuk agama islam.
Bentuk masjid yang dibuat Sunan Kudus pun tak jauh bedanya dengan candi-candi milik orang Hindu. Lihatlah menara Kudus yang antik itu, yang hingga sekarang di kagumi orang di seluruh dunia karena keanehannya. Dengan bentuknya yang mirip candi itu orang-orang Hindu merasa akrab dan tidak merasa takut atau segan masuk ke dalam masjid guna mendengarkan ceramah Sunan Kudus.

C. Merangkul masyarakat Budha
Sesudah berhasil menarik ummat Hindu ke dalam agama islam hanya karena sikap toleransinya yang tinggi, yaitu menghormati sapi yang dikeramatkan ummat Hindu dan membangun menara masjid mirip candi Hindu. Kini Sunan Kudus bermaksud menjaring ummat Budha. Caranya?
memang tidak mudah, harus kreatif dan tidak bersifat memaksa. Sesudah masjid berdiri Sunan Kudus membuat Padasan atau tempat berwudhu dengan pancuran yang berjumlah delapan. Masing-masing pancuran diberi arca kepala Kebo Gumarang di atasnya. Hal ini di sesuakan dengan ajaran agama Budha ''Jalan berlipat delapan'' atau ''Asta Sanghika Marga'' yaitu:
1. Harus memiliki pengetahuan yang banar
2. Mengambil keputusan yang benar
3. Berkata yang benar
4. Hidup dengan cara yang benar
5. Bekerja dengan benar
6. Beribadah dengan benar
7. Dan menghayati agama dengan benar

 Usahanya itupun membuahkan hasil, banyak ummat Budha yang penasaran, untuk apa Sunan Kudus memasang lambang wasiat Budha itu di padasan atau tempat berwudhu. Sehingga mereka berdatangan ke masjid untuk mendengarkan keterangan Sunan Kudus.

D. Selametan Mitoni

Di dalam cerita tutur di sebutkan bahwa Sunan Kudus itu pada suatu ketika gagal mengumpulkan rakyat yang masih berpegang teguh pada adat istiadat lama. Seperti diketahui, rakyat Jawa banyak yang melakukan adat-adat yang aneh, yang kadang kala bertentangan dengan ajaran agama islam, misalnya berkirim sesaji di kuburan untuk menunjukkan bela sungkawa atau berduka cita atas meninggalnya salah seorang anggota keluarga, selametan neloni, mitoni dan lain-lain. Sunan Kudus sangat memperhatikan upacara-upacara ritual itu, dan berusaha sebaik-baiknya untuk merubah atau mengarahkannya dalam bentuk islami. Hal ini dilakukan juga oleh Sunan Kalijaga dan Sunan Muria. Contohnya bila seorang istri orang Jawa hamil tiga bulan maka akan di lakukan acara selametan yang disebut mitoni sembari minta kepada dewa bahwa bila anaknya lahir supaya tampan seperti Arjuna, jika anaknya perempuan supaya cantik seperti Dewi ratih. Adat tersebut tidak di tentang secara keras oleh Sunan Kudus, melainkan di arahkan dalam bentuk islami. Acara selametan boleh terus dilakukan tapi niatnya bukan sekedar kirim sesaji kepada para dewa, melainkan bersedekah kepada para penduduk setempat dan sesaji yang dihidangkan boleh di bawa pulang. Sedang permintaannya langsung kepada Allah dengan harapan anaknya lahir laki-laki akan berwajah tampan seperti nabi Yusuf, dan bila perempuan seperti siti Mariam ibunda Nabi Isa. Untuk itu sang ayah dan ibu harus sering-sering membaca Surat Yusuf dan Surat Mariam dalam Al-Qur'an.
Sebelum acara selametan dilaksanakan di adakanlah pembacaan Layang Ambiya' atau Sejarah Para Nabi. Biasanya yang di baca adalah bab Nabi Yusuf. Hingga sekarang acara pembacaan Layang Ambiya' yang berbentuk tembang Asmarandana, Pucung dan lain-lain itu masih hidup di kalangan masyarakat pedesaan. Berbeda dengan cara lama, pihak tuan rumah membuat sesaji dari berbagai jenis makanan, kemudian di ikrarkan (hajatkan di hajatkan) oleh sang dkun atau tetua masyarakat dan setelah upacara sakral itu di lakukan sesajinya tidak boleh di makan melainkan di letakkan di candi, di kuburan atau di tempat-tempat sunyi di lingkungan rumah tuan rumah. Ketika pertama kali melaksanakan gagasannya, Sunan Kudus pernah gagal, yaitu beliau mengundang seluruh masyarakat, baik yang islam maupun yang Hindu dan Budha ke dalam masjid. Dalam undangan disebutkan hajat Sunan Kudus yang hendak mitoni dan bersedekah atas hamilnya sang istri selama tiga bulan.
Sebelum masuk masjid, rakyat harus membasuh kaki dan tangannya di kolam yang sudah di sediakan. Dikarenakan harus membasuh tangan dan kaki inilah banyak rakyat yang tidak mau, terutama dari kalangan Budha dan Hindu. Inilah kesalahan Sunan Kudus. Beliau terlalu mementingkan pengenalan syariat berwudhu kepada masyarakat tapi akibatnya masyarakat malah menjauh. Apa sebabnya? karena iman mereka atau tauhid mereka belum terbina. Maka pada kesempatan lain, sunan Kudus mengundang masyarakat lagi. Kali ini masyarakat tidak usah membasuh tangan dan kakinya waktu masuk masjid, hasilnya sungguh luar biasa. Masyarakat berbondong-bondong memenuhi undangannya. Di saat itulah Sunan Kudus menyisipkan bab keimanan dalam agama islam secara halus dan menyenangkan rakyat. Caranya menyampaikan materi cukup cerdik, ketika rakyat telah memusatkan perhatiannya pada keterangan Sunan Kudus tetapi karena waktu sudah terlalu lama, dan dikuatirkan mereka jenuh maka Sunan Kudus mengakhiri ceramahnya. Cara tersebut kadang mengecewakan tapi disitulah letak segi positifnya, rakyat jadi ingin tahu kelanjutan ceramahnya. Dan pada kesempatan lain mereka datang lagi ke masjid, baik dengan undangan maupun tidak, karena rasa ingin tahu itu demikian besar mereka tak perduli lagi pada syarat yang di ajukan Sunan Kudus yaitu membasuh kaki dan tangannya lebih dulu, yang lama-lama menjadi kebiasaan untuk berwudhu. Dengan demikian Sunan Kudus berhasil menebus kesalahannya di masa lalu. Rakyat tetap menaruh simpati dan menghormatinya.  Cara-cara yang di tempuh untuk meng Islamkan masyarakat cukup banyak. Baik secara langsung melalui ceramah agama maupun adu kesaktian dan melalui kesenian, beliaulah yang pertama kali menciptakan tembang Mijil dan Maskumambang. Di dalam tembang-tembang tersebut beliau sisipkan ajaran-ajaran agama islam.

4. SUNAN KUDUS DI NEGERI MEKKAH

Di dalam legenda dikisahkan bahwa Raden Jakfar Sodiq itu suka mengembara, baik ke tanah Hindustan maupun ke tanah suci Mekkah. Sewaktu berada di Mekkah beliau menunaikan ibadah haji. Dan kebetulan disana ada wabah penyakit yang sukar di atasi. Penguasa negeri Arab mengadakan sayembara, siapa yang berhasil melenyapkan wabah penyakit itu akan diberi hadiah harta benda yang cukup besar jumlahnya, sudah banyak orang mencoba tapi tak pernah berhsil. Pada suatu hari Sunan Kudus atau Jakfar Sodiq menghadap penguasa negeri itu tapi kedatangannya di sambut dengan sinis.
''Dengan apa tuan akan melenyapkan wabah penyakit itu?'' tanya sang Amir
''Dengan Do'a, ''jawab Jakfar Sodiq singkat.
''Kalau hanya Do'a kami sudah puluhan kali melakukannya. Di Tanah Arab ini banyak para ulama dan Syekh-syekh ternama, tapi mereka tak pernah berhasil mengusir wabah penyakit ini.''
''Saya mengerti, memang Tanah Arab ini gudangnya para ulama. Tapi jangan lupa ada saja kekurangannya sehingga Do'a mereka tidak terkabulkan, ''kata Jakfar Sodiq.
''Hem, sungguh berani Tuan berkata demikian, ''kata Amir itu dengan nada berang. ''Apa kekurangan mereka?''
''Anda sendiri yang menyebabkannya, ''kata Jakfar Sodiq dengan tenangnya. ''Anda telah menjanjikan hadiah yang menggelapkan mata hati mereka sehingga Do'a mereka tidak ikhlas. Mereka ber Do'a hanya karena mengharap hadiah.''
Sang Amirpun terbungkam atas jawaban itu.
Jakfar Sodiq lalu di persilahkan melaksanakan  niatnya. Kesempatan itu tak disia-siakan. Secara khusus Jakfar Sodiq ber Do'a dan membaca beberapa amalan. Dalam tempo singkat wabah penyakit ganas di negeri Arab telah menyingkir. Bahkan beberapa orang yang menderita sakit keras secara mendadak langsung sembuh. Bukan main senangnya hati sang Amir, rasa kagum mulai menjalari hatinya. Hadiah yang di janjikannya bermaksud di berikan kepada Jakfar Sodiq. Tapi Jakfar Sodiq menolaknya, dia hanya minta sebuah batu yang berasal dari Baitul Maqdis sang Amir mengijinkannya. Batu itupun di bawa ke Tanah Jawa, di pasang di pengimaman masjid Kudus yang di dirikannya sekembali dari Tanah Suci.
Rakyat kota Kudus pada waktu itu masih banyak yang beragama Hindu dan Budha. Para wali mengadakan sidang untuk menentukan siapakah yang pantas berdakwah di kota itu. Pada akhirnya Jakfar Sodiq yang bertugas di daerah itu. Karena masjid yang di bangunnya di namakan Kudus maka Raden Jakfar Sodiq pada akhirnya disebut Sunan Kudus.

5. TUGAS SEBAGAI SENOPATI

Malam hitam pekat, udara musim kemarau terasa sangat dingin menusuk tulang. Penduduk desa Pengging yang terletak di tepi hutan, malam itu takdapat tidur, sebab malam itu terdengar auman harimau sambung-menyambung, terus-menerus. Para penduduk berjaga-jaga kalau-kalau malam itu harimau yang mengaum itu akan masuk ke desa dan memangsa hewan ternak mereka. Tapi sampai pagi tidak ada seekor harimaupun tampak masuk kampung. Para penduduk penasaran, mereka beramai-ramai masuk ke dalam hutan untuk memeriksa, apakah benar di dalam hutan yang sudah mereka kenal selama ini ada harimaunya. Dengan senjata siap di tangan mereka siap menghadapi segala kemungkinan.
Di tengah hutan, bukan harimau yang mereka dapatkan melainkan tujuh orang santri dan seorang berjubah putih yang tampak agung berwibawa.
''Apakah tuan melihat harimau di sekitar hutan ini?'' tanya tetua desa.
''Tidak, ''jawab lelaki berjubah putih itu ''semalam kami tidur di hutan ini tapi tidak melihat seekor harimau.''
''Aneh, semalaman kami tak dapat tidur karena auman suara harimau yang terus-menerus, ''gumam tetua desa.
''Kalau begitu namakanlah desa ini desa Sima. Karena kau mendengar suara Sima (harimau) padahal tak ada sima. ''kata lelaki berjubah putih.
Tetua desa itu menurut, hingga sekarang tempat lelaki berjubah putih itu bermalam di namakan desa Sima. Lelaki berjubah putih itu kemudian meneruskan perjalanannya ke Pengging untuk menemui Adipati Kebo Kenangan atau lebih di kenal sebagai Ki Ageng Pengging.
Pagi itu udara masih terasa meng gigit tulang, seiring dengan langkah lelaki berjubah putih itu dan tujuh orang pengikutnya yang makin mendekati ujung desa Pengging, tiba-tiba di udara nampak dua ekor gagak terbang sambil mengeluarkan suara khasnya. Adanya suara burung gagak adalah lambang kematian, berarti akan ada sosok manusia yang akan di cabut nyawanya oleh sang malaikat maut. Siapakah orang yang bakal mati hari ini?
Siapa pula orang yang berjubah putih itu yang nampak agung dan berwibawa, mengapa tujuh orang santri terus mengikutinya dari belakang? apa tujuan mereka ke desa Pengging?
Pengging atau Pajang pada beberapa tahun silam bukanlah sebuah desa terpencil. Pengging adalah sebuah kadipaten yang sangat terkenal karena Adipati Hadayaningrat yang memimpinnya adalah putra Prabu Brawijaya Penguasa Majapahit. Adipati Handayaningrat mempunyai dua orang putra lelaki yang pertama bernama Kebo Kanigara, yang kedua bernama Kebo Kenanga. Ketika sang Adipati meninggal dunia, kebo kanigara mengembara tak ketahuan rimbanya. Sedang Kebo Kenanga masuk islam, menjadi murid Syeikh Siti Jenar. Tenggelam dalam alur faham Siti Jenar sehingga pikirannya berubah. Tak mau mengurus lagi Kadipaten warisan orang tuanya. ia malah mengajak rakyatnya untuk hidup wajar sebagai petani biasa.
Sungguh mengagumkan. Hasil panen para petani Pengging kemudian tersebar ke penjuru desa lainnya. Bahkan menggetarkan dingding-dingding istana Demak Bintoro, karena Ki Ageng Pengging tak pernah sowan menghadap Sri Sultan. Dan tentu saja tak pernah menyerahkan upeti pertanda setia dan tetap tunduk kepada Demak Bintoro. Karena itu Raden Patah segera mengutus dua perwira utama untuk menengok Ki Ageng Pengging.
''Ki Ageng, ''kata utusan itu setelah tiba di hadapannya. ''sudah dua tahun Andika tidak menghadap Gusti Sultan Demak. Kami di perintahkan mengingatkan Andika sebab Gusti Sultan sudah sangat merindukan kehadiran Andika selaku saudaranya.''
''Ki Ageng,'' kata utusan itu setelah tiba di hadapannya. ''Sudah dua tahun Andika tidak menghadap Gusti Sultan Demak. Kami diperintahkan mengingatkan Andika, sebab Gusti Sultan sudah sangat merindukan kehadiran Andika selaku saudaranya.''
Ki Ageng Pengging menatap dua orang utusan itu dengan tajam.
''Buat apa seorang petani desa menghadap Sri Sultan? Hanya membuat malu Sri Sultan saja. Hai utusan kembalilah dan katakan kepada Sri Sultan aku tak dapat memenuhi panggilannya. Mohonkan atas sikapku ini.''
Dua orang utusan itu segera kembali ke istana Demak.
Tak lama kemudian Ki Ageng Pengging memanggil dalang wayang beber. Selepas sholat isya dalang pun segera memainkan lakon wayangnya, penduduk berduyun-duyun menyaksikan pertunjukkan gratis itu.
Ketika hampir fajar sidik di ufuk timur. Tiba-tiba istri Ki Ageng Pengging mengerang kesakitan Ia merasa si jabang bayi akan segera lahir. Ki Ageng Pengging segera memerintahkan Ki Dalang untuk mengakhiri pertunjukannya. Orang-orang pun segera sibuk menolong istri Ki Ageng Pengging. Ternyata bayi yang lahir adalah laki-laki yang elok rupanya. Ki Ageng Tingkir berkata kepada adik seperguruannya, ''Adimas, karena anakku lahir bertepatan dengan pagelaran wayang beber maka anakmu kuberi nama Karebet.''
''Terimakasih atas kesediaan memberi nama anak ini, ''Ujar Ki Ageng Pengging. ''Mudah-mudahan dia dapat meniru kegagahan dan watak satria kakang.''
Ki Ageng Tingkir turut bergembira atas kelahiran putra adik seperguruannya itu. Selama tiga hari ia menunggui kelahiran bayi itu di Pengging. Sementara itu, Raden Patah mengatur siasat dua orang utusannya telah gagal memanggil Ki Ageng Pengging. Sekarang dia mengutus Ki Wanapala untuk memanggil Ki Ageng Pengging. Ki Wanapala adalah bekas mahapatih Demak Bintoro yang sudah mengundurkan diri. Kedudukannya telah di gantikan anaknya sendiri. Namun ia masih sering datang ke istana Demak jika diperlukan Raden Patah untuk dimintai keterangan.
Namun patih seniour ini juga tak mampu menjinakkan sikap Ki Ageng Pengging, ia pulang dengan tangan hampa. Ki Wanapala tak berpanjang kata, ia segera kembali ke Demak. Melaporkan segala apa yang di dengarnya. Sri Sultan setuju atas keputusa Ki Wanapala memberi tenggang waktu selama tiga tahun. Namun ketika tiga tahun lewat Ki Ageng Penggingbelum menghadap ke Demak juga, atas nasehat para wali, maka Sri Sultan mengirim utusan ketiga. Yang di tugaskan kali ini adalah sunan Kudus. Tugas kali ini harus tuntas. Karena itu Sunan Kudus yang terkenal memiliki ilmu logika tinggi dan beribu ilmu kesaktian itu terpilih menangani masalah ini. Sri Sultan tak perlu mengutus utusan ke empat lagi. Walaupun Sunan Kudus itu panglima perang Kerajaan Demak, tetapi para wali melarangnya menggunakan baju dan seragam militernya. Sunan Kudus disarankan agar mengenakan jubah putih sebab yang di hadapinya adalah santri desa. Berangkatlah Sunan Kudus dengan tujuh iringan prajurit Demak pilihan, yang juga menyamar sebagai santri biasa. Tiga tahun memang telah berlalu dengan cepatnya Ki Ageng Pengging tak pernah menghadap ke Demak. Bahkan kadipaten Pengging yang dulu mengalami kejayaan di jaman ayahnya yaitu Adipati Handayaningrat tidak diurus lagi. Kebo Kenanga, cucu raja Majapahit itu malah tenggelam dalam dunia kebatinan yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar. Walau tampaknya Ki Kebo Kenanga itu atau Ki Ageng Pengging tak mengurus pemerintahan Kadipaten, tapi sesungguhnya para prajuritnya masih setia kepadanya, mereka menyembunyikan keperwiraannya di balik baju petani. Tetapi sewaktu-waktu mereka bisa di gerakkan jika di perlukan oleh Ki Ageng Pengging. Hal ini di sadari oleh pemerintahan Demak Bintoro. Itu sebabnya Sri Sultan memilih Sunan Kudus untuk mengadili sang pembangkangan yaitu Ki Ageng Pengging ini. Suasana kadipaten Pengging benar-benar lengang. Pagi itu banyak penduduk yang pergi ke sawah dan ladang masing-masing.
Pendapa atau istana kadipaten tidak kelihatan, di pusat bekas pemerintahan Adipati Handayaningrat itu kini hanya ada sebuah rumah yang tak seberapa besar, bentuknya seperti rumah penduduk lainnya. Sunan Kudus memerintahkan tujuh orang pengikutnya menunggu di ujung desa. Dia sendiri berjalan menuju rumah Ki Ageng Pengging. Langkahnya mantap, dia yakin tugasnya kali ini akan membawa hasil. Seperti sudah di lambangkan oleh Bende Kyai Sima, yaitu pusaka warisan dari mertuanya yang di bunyikan di dalam hutan saat dia kemalaman. Bila Bende itu di pukul bunyinya seperti harimau maka tandanya akan berhasil, bila tidak mengeluarkan auman harimau berarti dia tidak akan berhasil. Di depan pintu rumah Ki Ageng Pengging ada seorang pelayan wanita setengah baya. Sunan Kudus memberi salam kemudian mengutarakan maksud kedatangannya untuk menemui Ki Ageng Pengging.
''Maaf tuan, sudah beberapa hari Ki Ageng mengurung diri di dalam kamarnya, beliau tidak bisa menemui tamu.''Kata pelayan itu.
''Aku bukan tamu biasa, '' kata Sunan Kudus. ''Katakan aku adalah utusan Tuhan yang datang dari Kudus. Ingin bertemu dengan Ki Ageng Pengging.''
Pelayan itu masuk ke dalam rumah menyampaikan pesan Sunan Kudus yang di anggapnya aneh. Ternyata Ki Ageng bersedia menerima tamunya. Sunan Kudus di persilahkan masuk ke dalam rumahnya. Istri Ki Ageng Pengging membuatkan minuman untuk menghormati tamu khusus itu. Tinggalah di ruang tamu itu Ki Ageng Pengging dan Sunan Kudus.
''Wahai Ki Ageng, saya diperintahkan Sultan Demak Bintoro.
''Jawabanku tetap sama dengan tiga tahun yang lalu, ''kata Ki Ageng Pengging. ''Atas-bawah, luar dalam adalah milikku. Aku tak bisa memilihnya.''
Jawaban itu bagi Sunan Kudus sudah sangat jelas bahwa Ki Ageng Pengging punya maksud ganda. Ingin menjadi rakyat atau bawahan Demak Bintoro sekaligus ingin menjadi penguasa Demak Bintoro. Jelasnya dia tida mau mengakui raden Patah sebagai raja Demak. Ini pembangkangan namanya. Kasarnya memberontak!
Bahwa Ki Ageng Pengging itu adalah murid Syekh Siti Jenar, gurunya itu telah di hukum mati karena kesesatannya. Sunan Kudus ingin mengetahui apakah Ki Ageng Pengging masih meyakini ilmu dari Syekh Siti Jenar itu atau sudah meninggalkannya sama sekali. ''Saya pernah mendengar bahwa Ki Ageng bisa hidup di dalam mati dan mati di dalam hidup, ''kata Sunan Kudus. ''Benarkah apa yang saya katakan tentang hal itu? Saya ingin melihat buktinya.''
''Memang begitu!'' jawab Ki Ageng Pengging. ''Kau anggap apa saja aku ini maka aku akan menurut apa yang kau sangka. Kau anggap aku santri memang aku santri, kau anggap aku ini Raja, memang aku keturunan Raja. Kau anggap aku ini rakyat memang aku rakyat. Dan kau anggap aku ini Allah aku memang Allah!''
Klop sudah! Ki Ageng Pengging masih memegang teguh ajaran Syekh Siti Jenar yang berfaham Wihdatul Wujud atau berfilsafat serba Tuhan. Faham itu adalah bertentangan dengan Islam yang disiarkan para Wali, sehingga Syekh Siti jenar di hukum mati. Sunan Kudus juga cerdik, dia tahu murid-muris Syekh Siti Jenar itu mempunyai ilmu-ilmu yang aneh, kadangkala mereka kebal tak mempan senjata apapun juga. Maka Sunan Kudus bermaksud mengorek kelemahan Ki Ageng Pengging dengan jalan Diplomasi. ''Seperti pengakuan Ki Ageng, bahwa Ki Ageng dapat mati di dalam hidup. Saya ingin melihat buktinya?''
''Jadi itukah yang di kehendaki Sultan Demak'' Baiklah, tidak ada orang mati tanpa sebab, maka kau harus membuat sebab kematianku. Bagiku hidup dan mati tidak ada bedanya.
Ki Ageng Pengging berhenti sejenak, menatap dalam-dalam wajah Sunan Kudus.
''Tapi jangan melibatkan orang lain. Cukup aku saja yang mati.''
Sunan Kudus menyanggupi permintaan Ki Ageng
Ki Ageng menghela nafas panjang.....
''Tusuklah siku lenganku ini....! ujar Ki Ageng membuka titik kelemahannya.
Sunan Kudus pun melakukannya. Siku Ki Ageng di tusuk dengan ujung keris, seketika matilah Ki Ageng Pengging.
Sunan Kudus kemudian keluar rumah Ki Ageng Pengging dengan langkah tenang. Disambut oleh tujuh pengikutnya di ujung desa. Mereka berjalan menuju Demak Bintoro. Sementara itu istri Ki Ageng yang hendak menghidangkan jamuan makan menjerit keras manakala melihat suaminya mati di ruang tamu. Penduduk sekitar berdatangan kerumahnya, setelah tahu pemimpinnya di bunuh mereka memanggil penduduk lainnya dan bersama-sama mengejar Sunan Kudus.
200 orang bekas prajurit dan perwira di pimpin oleh bekas senopati Kadipaten Pengging mencabut senjata dan berteriak-teriak memanggil Sunan Kudus dari kejauhan.
Sunan Kudus berhenti. Di bunyikannya Bende Kyai Sima. Tiba-tiba muncul ribuan prajurit Demak yang berlarian ke arah timur. Orang-orang Pengging mengejar ke arah timur, padahal Sunan Kudus dan pengikutnya berada di sebelah utara. Tidak berapa lama kemudian ribuan prajurit itu lenyap. Orang Pengging kebingungan tak tahu harus berbuat apa. Akal mereka seperti hilang. Sunan Kudus kasihan melihat keadaan mereka, akhirnya mereka di sadarkan kembali dengan pengarahan ilmunya.
''Jangan turut campur urusan besar ini. Ki Ageng Pengging sudah di peringatkan selama tiga tahun, tapi tetap dia tidak mau menghadap ke Demak. Itu berarti dia sengaja hendak memberontak! nah, kalian rakyat kecil, tak ada hubungannya dengan urusan ini. Pulanglah!
Suara Sunan Kudus terdengar berat dan mengandung perbawa kuat. Penduduk Pengging itu seperti baru sadar dan mengerti bahwa yang mereka hadapi adalah seorang Senopati Demak Bintoro yang kondang mempunyai seribu satu macam kesaktian. Mereka tak akan mampu menghadapinya.
''Ada tugas yang lebih penting daripada berbuat kesia-siaan ini, ''Kata Sunan Kudus. ''Segeralah kalian urus janazah Ki Ageng. Itulah penghormatan kalian yang terakhir kepada pemimpin kalian.''
Orang-orang Pengging itu tak punya pilihan lain. Akhirnya mereka kembali ke rumah Ki Ageng untuk menguburkan jenazah pemimpin mereka.
Sunan Kudus dan tujuh pengikutnya segera kembali ke Demak. Cita-cita Ki Ageng Pengging agar anak turunannya menjadi Raja ternyata kesampaian. Anaknya yang bernama Karebet itu diambil anak angkat oleh Ki Ageng Tingkir dan setelah dewasa bernama Jaka Tingkir. Jaka Tingkir inilah yang bakal memindahkan pusat pemerintahan Demak ke desa Pengging atau Pajang.


Sumber: Buku Kisah Perjuangan Wali Songo
              Penerbit: LINTAS MEDIA Jombang




KISAH SUNAN DRAJAD

1. ASAL-USUL
Nama asli Sunan Drajad adalah Raden Qosim, beliau putra Sunan Ampel dengan Dewi Condrowati dan merupakan adik dari Raden Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang.

Raden Qosim yang sudah mewarisi ilmu dari ayahnya kemudian di perintah untuk berdak'wah di sebelah barat Gresik yaitu daerah kosong dari ulama besar antara Tuban dan Gresik.
Raden mulai perjalanannya dengan menaiki perahu dari Gresik sesudah singgah di tempat Sunan Giri. Dalam perjalanan ke arah barat itu tiba-tiba perahu beliau di hantam oleh ombak yang besar sehingga menabrak karang dan hancur. Hampir saja Raden Qosim kehilangan jiwa, tapi bila Tuhan belum menentukan ajal seseorang bagaimanapun hebatnya kecelakaan pasti dia akan selamat. Demikian pula halnya dengan Raden Qosim secara kebetulan seekor ikan besar yaitu ikan Talang datang kepadanya. Dengan menunggang punggung ikan tersebut Raden Qosim dapat selamat hingga ke tepi pantai.
Raden Qosim bersyukur dapat lolos dari musibah itu. Beliau juga berterimakasih kepada ikan talang yang dengan lantarannya dia selamat.
Untuk itu beliau telah berpesan kepada anak turunannya agar jangan sampai makan daging ikan talang, bila pesan ini di langgar maka akan mengakibatkan bencana, yaitu di tempa penyakit yang tiada obatnya lagi. Ikan Talang itu membawa Raden Qosim hingga ke tepi pantai yang termasuk wilayah desa Jelag (sekarang termasuk wilayah desa Banjarwati), Kecamatan Paciran. Di tempat itu Raden Qosim di sambut masyarakat setempat dengan antusias, lebih-lebih setelah mereka tahu bahwa Raden Qosim adalah putra Sunan Ampel seorang Wali besar dan masih terhitung kerabat keraton Majapahit.
Di desa Jelag itu Raden Qosim mendirikan Pesantren. Karena caranya menyiarkan agama Islam yang unik maka banyaklah orang yang datang berguru kepadanya. Setelah menetap satu tahun di desa Jelag, Raden Qosim mendapat ilham supaya menuju ke arah selatan, kira-kira berjarak 1 km di sana beliau mendirikan surau langgar untuk berdakwah.
Tiga tahun kemudian secara mantap beliau mendapat petunjuk agar membangun tempat berdak'wah yang strategis yaitu di tempat ketinggian yang di sebut Dalem Duwur. Di bukit yang disebut Dalem Duwur itulah yang sekarang dibangun Museum Sunan Drajad adapun makam Sunan Drajad terletak di sebelah barat Museum tersebut.
Raden Qosim adalah pendukung aliran putih yang di pimpin oleh Sunan Giri. Artinya dalam berdakwah menyebarkan agama Islam beliau menganut jalan lurus, jalan yang tidak berliku-liku, beliau menganut jalan lurus, jalan yang tidak berliku-liku. Agama harus di amalkan dengan lurus dan benar sesuai dengan ajaran Nabi. Tidak boleh di campur baur dengan adat dan kepercayaan lama.
Meski demikian beliau juga mempergunakan kesenian rakyat sebagai alat dakwah. Di dalam Museum yang terletak di sebelah timur makamnya terdapat seperangkat bekas gamelan jawa, hal itu menunjukkan betapa tinggi penghargaan Sunan Drajad kepada kesenian Jawa.
Dalam catatan sejarah Wali songo, Raden Qosim disebut sebagai seorang Wali yang hidupnya paling bersahaja, walau dalam urusan dunia beliau juga sangat rajin mencari rezeki. Hal itu di sebabkan sikap beliau yang dermawan. Dikalangan rakyat jelata beliau bersifat lemah lembut dan sering menolong mereka yang menderita.

2. AJARAN SUNAN DRAJAD YANG TERKENAL
Ajaran Sunan Drajad bersumber dari:
1. Al-Qur'an
2. Sunnah
3. Ijma
4. Qiyas
5. ajaran guru dan pendidik seperti Sunan Ampel atau prang tuanya
6. ajaran dan pemikiran, atau faham yang telah tersebar luas di masyarakat,
7. tradisi di masyarakat setempat yang telah ada yang sesuai dengan ajaran islam, dan
8. fatwa Sunan Drajad sendiri

Diantara ajaran beliau yang terkenal adalah sebagai berikut:

Menehono teken marang wong wuto
Menehono mangan marang wong kan luwe
Menehono busono marang wong kang mudo
Menehono ngiyup marang wong kang kudanan

Artinya kurang lebih demikian:

Berilah tongkat kepada orang yang buta
Berilah makan kepada orang yang kelaparan
Berilah pakaian kepada orang yang telanjang
Berilah tempat berteduh kepada orang yang kehujanan.

Adapun maksudnya adalah sebagai berikut: 

Berilah petunjuk kepada orang bodoh (buta) Sejahterakanlah kehidupan rakyat yang miskin (kurang makan) Ajarkanlah budi pekerti (Etika) kepada orang yang tidak tak tahu malu atau belum punya peradaban tinggi. Berilah perlindungan kepada orang-orang yang menderita atau ditimpa bencana. Ajaran ini sangat supel, siapapun dapat mengamalkannya sesuai dengan tingkat dan kemampuan masing-masing. Bahkan pemeluk agama lain pun tidak berkeberatan untuk mengamalkannya. Tentang puncak Ma'rifat Sunan Drajad menuliskan perumpamaannya sebagai berikut:

''Ilang, jenenge kawula
sirna datang ana keri,
pan ilangwujudira,
tegese wujude widi,
ilang wujude iki,
anenggih perlambangira,
Lir lintang karahinan,
kesorodan sang hyang rawi,

Artinya:
hilang jati diri makhluk
lenyap tiada tersisa,
karena hilang wujud keberadaannya
itulah juga wujud Tuhan,
itulah yang ada ini,
adapun persamaannya,
seperti bintang di waktu siang
yang tersinari matahari.

Di samping terkenal sebagai seorang Wali yang berjiwa dermawan dan sosial, beliau juga dikenal sebagai anggota Wali songo yang turut serta mendukung dinasti Demak dan ikut pula mendirikan masjid Demak. Simbol kebesaran ummat islam pada waktu itu.
Di bidang kesenian, di samping terkenal sebagai ahli ukir beliau juga pertama kali yang menciptakan Gending Pengkur. Hingga sekarang gending tersebut masih di sukai rakyat Jawa. Sunan Drajad, demikian gelar Raden Qosim di berikan kepada beliau karena beliau bertempat tinggal di sebuah bukit yang tinggal di sebuah bukit yang tinggi, seakan melambangkan tingkat ilmunya yang tinggi, yaitu tingkat atau derajad para ulama'muqarrobin. Ulama yang dekat dengan Allah SWT.

Sumber: Buku Kisah Perjuangan Wali Songo
             Penerbit: LINTAS MEDIA Jombang

Arti Lirik Lagu BIGBANG Loser & BAE BAE


pecundang, penyendiri
seorang pengecut yang berpura-pura tegar
orang yang jahat
di depan cermin, kami
hanya seorang pecundang
seorang penyendiri, orang tolol yang tertutupi oleh bekas luka
sampah kotor
di cermin aku seorang
jujur, aku tak pernah cocok dengan dunia
aku selalu sendiri
sudah sangat lama sejak
aku sudah lupa dengan cinta
aku tak mampu lagi mendengarkan lagu-lagu
cinta yang penuh harapan
baik kamu dan aku
kita hanya badut yang menyedihkan,
lemah, dan di kendalikan
aku sudah terlalu jauh
aku akan pulang
ke masa ketika aku masih muda
pada beberapa titik
aku mulai melihat lebih condong ke bawah
dibandingkan ke atas
bahkan sulit untuk bernafas pun
ku pegang tanganku
tapi tak seorangpun yang memegangnya

ini adalah sebuah lingkaran
gadis-gadis dan kesalahan
mencintai mereka satu malam
dan membenci mereka
ketika pagi datang
tak dapat memilikinya
karena kesenangan
ke egoisanku
semuanya hancur
tak dapat menghentikan
jalan cepat yang berbahaya ini
sekarang aku sudah tak tertarik, tak
menyenangkan lagi
aku berdiri sendiri di tepi tebing
aku akan pulang
aku ingin pulang
ke masa sebelumnya
pada beberapa titik
aku takut dengan mata orang-orang
aku muak menangis jadi
aku mencoba tersenyum
tapi tak seorangpun mengenaliku
aku seorang
pecundang, penyendiri
seorang pengecut yang berpura-pura kuat
orang jahat
di depan cermin, kami
hanya seorang pecundang
seorang penyendiri,
orang tolol yang tertutupi
bekas luka
sampah kotor
di cermin aku seorang 
aku mengutuk langit biru
kadang-kadang aku ingin menurunkannya
aku ingin bilang selamat tinggal
ketika aku berhenti berkeliaran di ujung
jalan ini
aku berharap aku dapat
menutup mataku tanpa penyesalan
pecundang, penyendiri

seorang pengecut yang berpura-pura kuat
orang yang jahat
di depan cermin, kami
hanya seorang pecundang
seorang penyendiri,
orang tolol yang tertutupi bekas luka
sampah kotor
di cermin aku seorang pecundang
aku seorang pecundang
aku seorang pecundang
aku seorang pecundang







Bae bae

aku jatuh cinta, aku buta dengan cinta BABE
tidak ada celana dengan baju putih BABE
apakah kau seorang manusia atau malaikat OH JESUS BABE
kau menyilaukan BABE SUNGLASS BABE
pikiranku telah keluar dan dimiliki olehmu
darah sibuk menuju ke satu tempat lagi
ini berbahaya KAU SANGAT BERBAHAYA BABE
selamatkan aku BABE panggil polisi BABE

reff
BABY BABY bisakah kau tetap cantik seperti kau yang sekarang
jadi hatiku bisa berlomba bahkan setelah berjalannya waktu
BABY BABY jangan layu, ini semua untuk keegoisanku
kau harus tetap sama seperti kau yang sekarang

matamu cukup seperti rusa PRINCESS
ketika kau menertawakanku itu sangat cantik
apa kau gila? Kau adalah keindahan alam, begitu unik
sayang, kau sangat sempurna, jadilah inspirasiku
kita sangat nyaman bersama-sama
berat badanku naik, tubuhku membukus disekitarmu
begitu sempurna
kau selamanya akan menjadi 25 bagiku
tidak akan pernah berubah BABE BABE

Aku seorang pria yang memegang bunga yang cantik
seorang pria yang memegang bunga yang disebut dirimu, 
semua orang menyukainya
aku mabuk dengan aromamu, semakin mengabur lagi
jangan sampai dipetik pergi, tolonglah
seperti kue beras, seperti kue beras
Chemistry kita, chemistry kita
seperti kue beras, seperti kue beras
chemistry kita, chemistry kita


Fakta Terbaru Tentang Semua Member BIGBANG 2015

Lama tidak membikin postingan dan kali ini saya akan membahas beberapa fakta tentang para member BIGBANG
Mungkin sudah banyak Blog yang membahas soal ini oleh karena itu saya berusaha menulisnya dengan lengkap dan akurat. Semoga kalian senang membacanya ^^

BIGBANG itu apaan sich ??
adalah nama Boy band terkenal asal Korea Selatan yang di bentuk pada tahun 2006 silam oleh Yang Hyun Seok selaku CEO YG Entertainment.

Yang Hyun Seok

beranggotakan 5 member yaitu GD, Taeyang, Daesung, T.O.P dan Seungri, genre musik yang mereka usung adalah K-pop dengan sentuhan Hip Hop dan R&B.
BIGBANG mendapat julukan sebagai "Revolutionary Group of Hallyu Wave'' dan ''South Korean's Most Wanted'' berkat kesuksesan dan keunikan musik serta fashion mereka, bila mengulik ke belakang MV mereka yang Fantastic Baby Viewernya sudah mencapai 100.000.000 lebih loch.. serta mendapat sambutan hangat lewat komentar-komentar para fans mereka di seluruh dunia, belum lagi dengan semua member yang setidaknya pernah menyalurkan album solonya masing-masing.
Dan memang selera fashion mereka tak diragukan lagi contoh GD dan Taeyang sering di undang untuk menghadiri peragaan busana serta manjadi cover majalah terkenal seperti Chanel, Vogue, dll.







Berikut ini adalah list nama album yang sudah mereka rilis di pasaran
Album:
Bigbang Vol.1
Always
Hot Issue
Stand Up
My Heaven
Tonight
Alive
dan tahun 2015 ini adalah detik-detik menunggu album terbaru mereka
M.A.D.E Tour yang sekarang sedang mereka lakukan serta Trailer comeback mereka yang sudah bisa di lihat di Youtube.





Biodata- biodata membernya
G-Dragon


Nama Lengkap: Kwon Ji Young
Nickname:         GD
Posisi:               Main Rapper, vokalis, beatbox, Leader
Profesi:             Penulis lirik lagu, penyanyi, dancer sekaligus producer
Tanggal Lahir:   18 Agustus, 1988
Tempat Lahir:   Korea Selatan
Tinggi:              177 cm
Berat badan:      54 kg
Golongan Drah: A
Zodiak:             Leo
Agama:             Kristen
Pendidikan:       Seoul Korean Traditional Arts
Bahasa:             Korea, Inggris, China
Hobi:                Menulis Lirik Lagu

Fakta menarik:
#Kanapa di panggil GD? karena ''ji Yong'' ji yang terdengar seperti ''G'' dan ''Yong'' yang memiliki arti ''Naga''
#Meskipun ia selalu tampil di publik dengan percaya diri dan karismatik tetapi dalam kesehariannya dia tipe pemalu dan sederhana loh...
#Salah satu yang membuat GD lebih terkenal diantara member-member lain karena dia sangat Fashionista yang sudah tak di ragukan lagi ^^
#GD memiliki anjing peliharaan yang di beri nama Gaho


GD juga memiliki kakak perempuan yang bernama Kwon Dami

GD berpacaran dengan model terkenal asal Jepang Kiko Mizuhara

#Makanan jepang favorit dia adalah Ganjang gaejang yaitu sejenis Kepiting yang di awetkan dalam kecap
#Yang GD lakukan pada hari-hari bebas yaitu tidur dan
#Tipe gadis yang ia suka adalah seseorang yang berkarisma.
#Ia menyukai perempuan yang berambut pendek alasannya karena akan terlihat cantik dan fresh
secara bersamaan


Taeyang/ SOL


Nama Lengkap: Dong Young Bae
Nickname:         SOL, Youngbae, Taekwon
Posisi:               Vokalis, penari utama
Profesi:             Penyanyi / Aktor
Tanggal Lahir:   18 Mei, 1988
Tempat Lahir:   Korea Selatan
Tinggi:              174 cm
Berat badan:      56 kg
Golongan Drah: AB
Zodiak:             Taurus
Agama:             Kristen
Pendidikan:       Daejin University
Bahasa:             Korea, Inggris, Japan
Hobi:                Membuat lirik lagu, bermain basket, ke Gereja

Fakta menarik:
#Taeyang mengidolakan banyak musisi lohhh seperti Michael jakson, Usher, Justin Timberlake dll
#Tahukah kamu kalau ciuman pertama yang dia lakukan adalah di MV solonya dia yang berjudul ''my girl''
#Dulunya taeyang di rencanakan akan debut Duo bersama GD namun Yang Hyun Suk membatalkannya
#Taeyang pernah di isukan berpacaran dengan penyanyi terkenal Ailee dan artis Min Hyo Rin yang belum pasti kebenarannya
#waktu kecil Taeyang pernah di wawancara tentang apakah cinta itu lalu dia menjawab ''Diare''
#Taeyang memiliki anjing peliharaan yang bernama Boss namun sudah mati pada tahun 2013
#Kini ia memiliki anjing peliharaan baru yang bernama ''Homie''
Homie nama anjing baru Taeyang

#Dia juga mempunyai kakak laki-laki yang bernama Dong Hyun Bae
Dong Hyun Bae

#Makanan Jepang favorit Taeyang adalah Yakiniku
#Ketika hari-hari bebas ia akan memilih untuk tidur selama 12 jam penuh
#Tipe wanita yang ia suka adalah seseorang yang lembut


T.O.P


Nama Lengkap: Choi Seung Hyun
Nickname:         T.O.P
Posisi:               Rapper
Profesi:             Penyanyi / Aktor
Tanggal Lahir:   4 November, 1987
Tempat Lahir:   Korea Selatan
Tinggi:              181 cm
Berat badan:      65 kg
Golongan Drah: B
Zodiak:             Scorpio
Pendidikan:       Seoul Art College
Bahasa:             Korea, Japan
Hobi:                Membaca, berenang, menulis lirik lagu

Fakta menarik:
#T.O.P dulunya sangat gendut lokh....

#Dia sering membintangi drama salah satunya Iris dan Iam Sam
#Mengidolakan musisi luar seperti Omarion, Usher, Jay-Z dll
#Yang Hyun Seok awalnya memberinya nama panggung ''Mark'' namun di ganti dengan T.O.P
#Dilaporkan telah membeli villa senilai 3 juta dolar di Seoul pada tahun 2011
#Ia juga memiliki saudara perempuan yang bernama ''Choi Hye Yoon''
Choi Hye Yoon

#Makanan Jepang favorit T.O.P adalah Sushi tuna
#Pada hari-hari bebas ia akan pergi berolahraga atau berbelanja
#Type wanita yang disuka ialah seseorang yang bisa menerima dia apa adanya
T.O.P memiliki fagegroup ''Alien Couple'' yaitu suatu group dimana para fans menginginkan agar dirinya dan Park Bom 2NE1 bisa berpasangan

Alien Couple


Daesung

Nama Lengkap: Kang Dae Sung
Nickname:         D-Lite
Posisi:               Vokal, Dancer
Profesi:             Penyanyi / Aktor
Tanggal Lahir:   26 April, 1989
Tempat Lahir:   Korea Selatan
Tinggi:              173 cm
Berat badan:      63 kg
Agama:             Kristen
Golongan Drah: O
Pendidikan:       Sekolah Tinggi KyeongIn
Bahasa:             Korea, Japan

Fakta menarik:
#Daesung terkenal dengan banyolannya/sifat jenakanya tidak hanya di BIGBANG
melainkan di variety show lain seperti di runnng man atau saat memparodikan Drama Korea Coffee Princ dan Secret Garden
#Terkenal juga diantara member Bigbang dialah yang paling memiliki senyuman yang indah
#Taeyang pernah bilang kalau senyuman Daesung penuh dengan kebahagiaan, yang tidak semua orang miliki terkadang ada orang yang tersenyum namun terlihat tidak bahagia
#Fans terbanyaknya berasal dari Jepang
#Menyukai Doraemon
#Mempunyai saudara perempuan bernama Bora


Bora



#Pada hari-hari bebas ia akan membaca novel terutama yang ber genre roman
#Wanita yang di sukainya adalah seseorang dengan senyuman yang indah/menawan

Seungri

Nama Lengkap: Lee Seung Hyun
Nickname:         VI (Victory)
Posisi:               Vokal, dancer, Maknae
Profesi:             Penyanyi / Aktor
Tanggal Lahir:   12 Desember, 1990
Tempat Lahir:   Korea Selatan
Tinggi:              174 cm
Berat badan:      60 kg
Golongan Drah: A
Zodiak:             Sagitarius
Pendidikan:       Chung Ang University
Bahasa:             Korea, Japan

Fakta menarik:
#Seungri mengagumi beberapa musisi luar negeri salah satunya Omarion dan
Justin Timberlake
#Sebelum menjadi YG traine ia masuk program ''pertempuran Shinhwa''. Dia tersingkir namun kemudian di rekrut oleh YG sebagai traine
#Mempunyai saudara perempuan yang bernama Hanna Lee

Hanna Lee
#Makanan Jepang favoritnya adalah semangkuk nasi dan daging sapi
#Di hari free ia akan bowling atau berolahraga
#Tipe wanita idaman ialah seseorang yang lucu